Kamis, 11 Oktober 2007













SIRUP SEGAR DARI BUAH MARKISA Passiflora sp






MARKISA Passiflora sp

Markisa ( Passiflora sp) sebenarnya bukan tanaman asli hasil budidaya di Indonesia, Markisa berasal dari daerah tropis dan subtropis di Amerika, namun namanya dan produk hasil tanaman ini sudah cukup lama di kenal di Indonesia, bahkan Internsional (Australia dan negara negara di Timur Tengah selama ini mengimpor sirup Markisa produk Medan Indonesia.

Saat ini hanya di Brastagi - Medan dan Sulawesi Selatan – Makassar, dan sebagian kecil di Garut Jawa Barat tanaman Markisa ini sukses di Budidayakan bahkan sudah berubah menjadi potensi ekonomi yang cukup menjanjikan bagi petani yang mengebunkannya.

Rekan rekan tentu banyak yang tahu dan bahkan pernah minum sirup Markisa baik yang disajikan dari buah yang segar atau yang sudah dikemas dalam bentuk sirup botolan, rasanya asam manis segar ! dengan aroma wangi Markisa yang khas.

Sirup Markisa yang segar beraroma khas Markisa, rasanya Asam manis, lebih nikmat jika di tambah dengan batu es, warna minumannya kuning jingga, jauh lebih enak dibandingkan dengan minuman air jeruk kecil / jeruk nipis, minuman dari buah Markisa ini menyegarkan dan juga berfungsi sebagai appetizer untuk meningkatkan napsu makan karena rasanya yang rasa asam, sama seperti anggur yang di minum orang Bule untuk sebelum makan untuk membangkitkan selera makan, rasnya juga asam, bedanya minuman Markisa lebih segar dan minus alkohol tentunya, anggap saja minuman penganti wine khas Indonesia.

Masih belum tahu rasa Sirup Markisa ? pergi saja ke supermarket manapun di Kota anda dan akan mudah di temukan sirup Markisa, salah satu produk sirup Markisa yang terkenal berlabel Sirup Markisa “Sarang Tawon” lihat bagian bawah labelnya, pasti ada tertera produksi Brastagi – Medan.

Ada dua jenis markisa yang di kenal sebagai tanaman yang memiliki nilai komersil di Indonesia khususnya di Brastagi, Medan Sumatera Barat dan juga Makassar Sulawesi Selatan, yaitu :

Markisa Ungu ( Passiflora edulis ) yang rasa buahnya asam dan digunakan sebagai bahan untuk industri sirup Markisa.

Markisa Kuning / Manis ( Passiflora edulis forma flavicarva ) yang buahnya di jual dalam bentuk buah segar karena daging buahnya yang manis dan enak dimakan langsung di kenal juga dengan sebutan konyal keduanya tumbuh di dataran tinggi yang kondisinya jelas berbeda dengan Pontianak – Kalimantan Barat

Umumnya tanaman Markisa di ketahui sulit untuk hidup di dataran rendah dan panas seperti di Pontianak Kalimantan Barat ini, mendengar Brastagi saja kita sudah tahu bagaimana kondisi alamnya, di mana kol, Wortel dan Markisa tumbuh baik, pastilah di daerah pegunungan yang udaranya sejuk dan tergolong dataran tinggi.

Nah belakangan ini saya sangat bersemangat karena menemukan keajaiban tentang Markisa, yaitu ternyata di Kota Pontianak Markisa Ungu ( Passiflora edulis ) bisa tumbuh dengan baik dan berbuah lebat, awalnya saya menemukan Markisa Ungu yang dapat tumbuh baik dan berbuah di halaman rumah seorang teman dekat yang sudah saya anggap sebagai Saudara saya, seorang pengacara cantik yang selalu menjadi teman diskusi dan banyak memberikan dorongan semangat untuk mencapai kemajuan karir politik saya, kemudian saya di hidangkan minuman yang terbuat dari buah markisa segar hasil panen dari halaman rumahnya, rasanya enak, lebih segar jika di bandingkan dengan sirup markisa produksi Medan yang di kemas di botol dan di jual di supermarket, setahu saya rasa sirup Markisa yang enak dan terbuat dari buah yang segar hanya bisa dinikmati di beberapa restoran di Jakarta dan harganya juga cukup mahal.

Saya kemudian minta satu buah Markisa yang matang di pohon untuk di bawa pulang, untuk di tunjukan pada anggota keluarga supaya ada pengetahuan tambahan bahwa ternyata Markisa yang sirupnya merupakan kegemaran saya ternyata bisa tumbuh di Pontianak, setelah di pamerkan dan diamati bersama seluruh anggota keluarga, kemudian biji Markisa ini saya semaikan, alhasil tumbuh dengan baik dan saya memiliki hampir 40 batang Bibit Markisa. Beberapa tanaman Markisa saya tanam di halaman samping rumah dan tumbuh dengan pesat dan kemudian berbuah dengan lebatnya, sehingga anggaran untuk membeli sirup Markisa hasil industri dari Medan sudah di tiadakan, sisa tanaman yang ada saya bagikan kepada beberapa teman dekat yang tertarik, ada yang di bawa ke Ambawang, Singkawang, sekitar Pontianak dan Sambas, semoga di tanam juga, tapi belakangan saya tahu banyak yang terlantar dan mati begitu saja, hanya yang di Ambawang yang saya tahu sudah mulai berbunga, mungkin mereka kurang yakin bahwa Markisa bisa berbuah di Pontianak, sehingga tidak di tanam dengan serius.

Markisa yang saya tanam ternyata menghasilkan dua jenis buah yang berpenampilan berbeda, ada pohon yang menghasilkan buah dengan corak warna kulit buah persis seperti Markisa dari Medan yang kita kenal yaitu unggu kehijauan, ada yang berwarna kuning tua dengan bercak bercak berwarna merah kecoklatan, umumnya buah terbesar berukuran telur bebek, namun ada pohon yang menghasilkan buah yang berukuran jumbo, beratnya mencapai 1 ons perbuahnya, warna kulit buahnya pun berubah dari corak asli buah Markisa umumnya yang berwarna kuning tua dengan bintik bintik merah hati menjadi hijau pupus kekuningan dan mulus tanpa bintik bintik. Aroma dan rasanya tetap sama seperti buah aslinya, namun isi perbuahnya lebih banyak, ini keajaiban kedua. Pertama bisa tumbuh dan berbuah di Pontianak, kedua ternyata buahnya jauh lebih besar dan berpenampilan berbeda dengan Markisa yang umumnya kita kenal.

Artinya Markisa bisa di budidayakan oleh petani di Kalimantan Barat dan hasil buahnya kelak justru lebih baik mutunya, dengan penampilan buahnya yang berukuran jumbo, warna kulit yang baru (hijau pupus kekuningan) dan rasa khas Markisa yang tetap sama.

Dari buah Markisa ini tersimpan sebuah potensi ekonomi dan potensi kesehatan bagi masyarakat Kalimantan Barat.

Tanaman Markisa bisa tumbuh dan terus berbuah beberapa tahun dan mulai berbuah pada saat berumur 10 bulan ke atas, berbuah sepanjang tahun dengan usia produktif yang panjang, dari setiap ruas / buku di sulurnya keluar bunga yang akan menjadi buah jika terjadi penyerbukan yang sempurna dan keseburan tanaman menunjang, tidak ada hama penyakit potensial yang menyerang tanaman Markisa, tidak perlu perawatan yang berlebihan, panen bisa setiap hari, hasilnya berpotensi untuk di serap oleh sektor industri makanan (pabrik sirup), struktur kulit buah memungkinapan penyimpanan sampai 1 minggu tanpa kerusakan / perubahan aroma dan rasa, kulit buah yang alot seperti plastik memungkinkan buah ini menempuh perjalanan distribusi yang jauh.

Menurut pandangan saya, Markisa bisa menjadi tanaman budidaya alternatif bagi petani dan secara ekonomis bisa memberikan pertambahan penghasilan atau bahkan menjadi alternatif penghasilan bagi petani dan kemudian jika di tanam secara massal maka akan menghidupkan sektor industri (ex. Sirup) yang tentunya kemudian akan juga menyumbangkan pajak, lapangan kerja dan perputaran uang kepada petani, pendeknya bisa jadi pilar ekonomi andalan petani jika di kelola secara serius.

Untuk keluarga petani dan lingkungan sekitar tanaman Markisa ini ditanam, buahnya yang kaya vitamin C akan dapat membantu keluarga petani menjaga stamina jika di konsumsi sendiri, murah, enak, segar, sehat ! apa lagi ..

Saya punya ide, seandainya setiap petani yang berminat di berikan bibit Markisa ini dan kemudian mereka menanamnya sebagai tanaman di halaman rumah untuk di konsumsi sendiri, tentu akan membantu menjaga kesehatan keluarga, karena vitamin C dalam dosis yang cukup berguna untuk pertahanan tubuh terhadap penyakit, selanjutnya jika petani telah terbiasa dengan tanaman Markisa, mereka bisa menamamnya untuk tujuan komersial, apalagi jika ada industri yang menunjang, dalam hal ini membeli buah Markisa produksi petani.

Sebagai gambaran perusahaan Sirup yang besar di Medan maupun di Makassar umumnya setiap hari mampu berproduksi 40 ton sari Markisa untuk di ekspor ke Australia dan negara negara di Timur Tengah, kemudian perusahaan yang lebih kecil yang beproduksi untuk kebutuhn lokal saya sehari mampu menghasilkan 3 – 5 ton sari Markisa, jika diasumsikan untuk memprosuksi 1 ton sari Markisa di perlukan 3 ton buah Markisa segar, maka industri sirup besar setiap hari membutuhkan bahan baku berupa buah Markisa segar sebanyak 120 ton dan perusahaan kecil antara 9 – 15 ton buah Markisa segar, bukankah dengan demikian cukup untuk menghidupi petani 1 Kabupaten ?

Sebagai gambaran, pada tahun 2002 saja terdapat 37 perusahaan pengolahan markisa di Kabupaten Gowa dan Kota Makassar dan memang di sana Markisa sudah menjadi salah satu penopang ekonomi bagi petani, bayangkan jika tanaman Markisa di budidayakan petani di Kalimantan Barat dengan serius, apa efeknya terhadap perkembangan ekonomi Kalbar, terutama pendapatan petaninya.

Untuk pengemar tanaman unik, Markisa bisa di tanam dan di manfaatkan sebagai pergola, karena sifat tanamannya yang merambat dan tumbut dengan sulur sukur yang panjang dan penuh daun, maka bisa saya di tanam sebagai tanaman rambatan di pergola, yang berfungsi sebagai peneduh sekaligus menghasilkan buah yang kaya vitamin C, enak dan menyegarkan.

Nah sambil menyeruput sirup Markisa segar hasil dari tanaman di halaman rumah tidak terasa tulisan ini selesai dan menjadi tulisan yang terpanjang di blogspot ini dan selesai dalam waktu yang relatif singkat hanya 1 jam lebih 25 menit, satu lagi keajaiban Markisa bukan ?

Salam Hangat,

Ir. Andreas Acui Simanjaya

andreasacui@yahoo.com

Jumat, 05 Oktober 2007

Kamis, 04 Oktober 2007

BUNGA RAKSASA AMORPHOPHALUS DARI BERBAGAI PRESPEKTIF














Amorphophalus sp. sang bunga raksasa memiliki banyak spesies, bahkan ada yang mungil, puncak bunga yang muncul hanya seperti ekor tikus saja besarnya dan ukuran bunganya berukuran sekitar 5 cm.

Namun ada yang benar benar berukuran raksasa sampai mencapai 3 meter tinggi bunganya, yang jika berbunga menjadi selalu menjadi berita fenomenal yang melengkapi bukti kebesaran alam ciptaan Tuhan.

Keunikan bunga ini menarik bagi manusia dan kebudayaannya, pemerintah kita sendiri pernah menerbitkan seri uang kertas dengan memasang gambar bunga raksasa ini.

Bersama ini saya tampilkan foto foto tentang bunga raksasa Amorphophalus yang di dokumentasikan dari foto yang saya ambil sendiri maupun dari berbagai sumber lain termasuk internet.

Salam Hangat,

Ir. Andreas Acui Simanjaya



Kamis, 20 September 2007

BUNGA RAKSASA YANG INDAH Amorphophalus sp












Ada tumbuhan yang menghasilkan bunga yang berukuran besar, bahkan sangat besar, salah satunya Amorphophalus sp adalah Bunga Raksasa atau juga yang di kenal dengan Bunga Bangkai

Bunga Raksasa ini adalah salah satu tumbuhan koleksi kebanggaan saya, ada beberapa jenis yang berhasil saya kumpulkan dari perjalanan keberbagai daerah, jika di alam tumbuhan ini termasuk langka dan sangat jarang di jumpai dalam keadaan berbunga, sehingga jika ada yang berbunga pasti menjadi berita yang heboh, di liput media cetak dan TV, saya sangat bersyukur karena beberapa jenis bunga raksasa di antara koleksi saya sudah rutin berbunga, bahkan pernah muncul beberapa bunga sekaligus. Pada saat yang bersamaan atau berurutan, bisa sampai 5 kuntum yang bermekaran.

Bunga raksasa koleksi saya pernah terukur berdiameter antara 25 – 35 Cm dan ketinggian 35 Cm tampil dengan warna merah hati pada kelopaknya yang disambut dengan warna kuning pada bagian dalam bunga, kemudian pada bagian puncak bunga berbentuk seperti jantung pisang dengan warna coklat kemerahan yang tua.

Ada jenis lain dari bunga raksasa yang bahkan tingginya bisa mencapai 3 meter dengan diameter mencapai lebih dari 50 Cm, salah satuunya seperti yang pernah di abadikan dalam uang kertas RI yang bernilai Rp. 500,-

Bunga Raksasa ini saya dapatkan dari Kalimantan Barat yaitu di kabupaten Ketapang, Sambas, Singkawang dan Landak. Di Jawa Barat di kabupaten Majalengka.

Sebenarnya bunga ini tidak setiap saat mengeluarkan bau yang menyengat, hanya pada saat kepala putiknya mencapai kondisi optimal untuk di buahi oleh tepung sari saja bunga ini akan mengeluarkan bau yang sangat menyengat aromanya, seperti bau bangkai tikus di campur amisnya ikan, dengan kepekatan bau yang tinggi, umumnya bau menyengat mulai muncul sekitar jam 18.30 sampai jam 20.30 saja, setelah itu tidak ada bau sama sekali. tentunya jika di tengah hutan bau ini menimbulkan suasana mistis dan berbagai macam dugaan.

Bunga ini dapat bertahan selama 1 minggu lamanya, sebenarnya ini juga tergantung dengan sukses atau tidaknya terjadi penyerbukan, jika penyerbukan terjadi cepat maka bunga ini akan segera melakukan proses pelayuan diri.

Selain sebagai tumbuhan dengan ukuran bunga yang istimewa serta langkah, sebenarnya ada banyak kegunaan dari bagian tumbuhan ini yang bahkan bersifat komersial, nanti akan saya jelaskan dalam tulisan berikutnya.

Salam hangat,
Ir. Andreas Acui Simanjaya
andreasacui@yahoo.com

Rabu, 19 September 2007

AGAR ANGGREK MERPATI BERBUNGA












Punya Anggrek Merpati di halaman rumah ? atau kebetulan tumbuh di antara kerindangan pohon peneduh di sekitar rumah ? jika ya, tentunya akan sangat senang jika anggrek ini sering memunculkan bunganya yang berwarna putih bersih dengan sedikit aksen kuning di lidahnya, apalagi wangi aroma bunga anggrek Merpati ini juga sangat menarik, hidung hitung sebagai aroma terapi gratis dari alam buat kesehatan kita.

Untuk bisa berbunga tumbuhan anggrek Merpati ini harus cukup dewasa dan memiliki minimal 5 – 6 umbi dan tentunya juga pada ujung umbinya telah keluar tangkai untuk pembungaan.

Anggrek Merpati berbunga jika mendapat perubahan suhu lingkungan yang terjadi secara mendadak antara 3 – 8 derajat Celsius, jadi jika suhu turun antara 3 – 8 derajat Celsius maka anggrek Merpati ini akan terangsang berbunga, sekitar 3 minggu setelah mendapatkan rangsangan penurunan suhu ini maka sudah muncul kuncup kuncup bunga yang siap mekar.

Perubahan suhu ini terjadi umumnya di sebabkan turunnya hujan yang cukup lebat sehingga membuat suhu di sekitar tumbuhnya anggrak Merpati ini menjadi turun drastis antara 3 – 8 derajat Celsius, hal ini lah yang menimbulkan rangsangan pada anggrek Merpati untuk membentuk bunga, makanya sering kita jumpai anggrek merpati berbunga serempak di suatu daerah, karena memang bulan lalu terjadi curah hujan yang cukup lebat yang meliputi wilayah tersebut.

Namun jika mengharapkan perubahan cuaca untuk merangsang pembungaan anggrek Merpati, tentunya sulit bagi kita untuk menikmati keindahan dan aroma harum bunga ini.

Sebenarnya kita dapat merencanakan kapan ingin menikmaati kehadiran bunga anggrek Merpati bermekaran di sekitar lingkungan tinggal kita, caranya mudah ! pada saat panas terik matahari disiang hari kita sirami saja rumpun anggrek Merpati yang sudah memiliki tangkai untuk pembungaan dengan air yang dingin, hasilnya dalam 3 minggu mendatang akan muncul bakal bunga dan seminggu kemudian mekarlah anggrek Merpati yang wangi ini.

Bahkan kita bisa merancang jadwal untuk mendapatkan bunga anggrek Merpati yang mekar di halaman rumah kita pada saat tertentu, lebaran misalnya, saat ulang tahun Istri atau untuk hal lain, tinggal hitung mundur saja 4 minggu sebelum hari kemunculan bunga yang kita harapkan.

Nah silahkan mencoba dan selamat menikmati hasilnya.

Salam Hangat,

Ir. Andreas Acui Simanjaya
andreasacui@yahoo.com

Minggu, 16 September 2007

MENGAPA DISEBUT ANGGREK MERPATI ?












Mengenal Anggrek Dendrobium crumenatum

MENGAPA DISEBUT ANGGREK MERPATI ?

Banyak yang bertanya kepada saya mengapa anggrek ini disebut sebagai “Anggrek Merpati” memang anggrek warnanya bunganya di dominasi warna putih dengan sedikit warna kuning terang di lidahnya ini selalu berbunga dalam jumlah yang banyak dalam satu rumpunnya, namun bukan ini yang menyebabkan dia di sebut sebagai Anggrek Merpati.

Memang saat mekar bunga anggrek ini juga nampak seperti burung merpati putih yang sedang terbang, mungkin inilah yang menyebabkan julukan Anggrek Merpati melekat padanya.

Ada satu lagi keistimewaan Anggrek Merpati ini yaitu aroma bunganya yang wangi semerbak saat bunganya mekar, sayang hanya mekar untuk satu hari saja ....
Tapi tunggu dulu, coba keesokan harinya setelah bunga Anggrek Merpati ini layu kita dekati bunga ini, ternyata masih tercium aroma wanginya yang semerbak, ya wanginya tetap ada selama tiga hari ... namun juga bukan wangi semerbak yang bertahan hingga 3 hari yang menyebabkan anggrek dengan nama latin Dendrobium crumenatum ini di juluki anggrek merpati

Nah saat menikmati semerbak wangi bunganya yang telah kuncup kembali setelah seharian mekar, coba amati bagaimana bentuk bunga ini ?

Ya ! justru setelah selesai mekar satu harian dan saat kuncup keesokan harinya bentuk bunga Anggrek ini menjadi sesosok burung merpati ! karena bunganya banyak maka jadinya tampak seperti segerombolan Merpati putih !

Nah masih penasaran ? silahkan amati semua foto yang saya ambil untuk menambah pengetahuan kita semua ...

Salam hangat,

Ir. Andreas Acui Simanjaya
andreasacui@yahoo.com


Sabtu, 25 Agustus 2007

Anggrek Merpati Mekar di Pontianak


ANGGREK MERPATI BERBUNGA DI PONTIANAK BESOK (23/08/2007)


Pada tanggal 23 Agustus 2007 di sebagian wilayah di Kalimantan Barat, termasuk di Pontianak dapat menikmati mekarnya bunga anggrek Merpati (Dendrobium crumenatum), bunga anggrek endemik di Kalimantan Barat yang banyak tumbuh di sekitar kita, biasanya di sepanjang jalan yang ada pohon angsana yang cukup besar pasti ada Anggrek Merpati ini menumpang di ketiak dahan pohonnya.

Anggrek Merpati adalah anggrek spesies / anggrek alam asli dengan ciri ciri kelopak bunganya berwarna putih dan bagian lidahnya berwarna kuning muda, Anggrek Merpati mempunyai aroma wangi yang khas dan enak.

Nah hanya 1 hari waktunya untuk menikmati keindahan dan aroma wangi anggrek Merpati ini, karena bunga Anggrek Merpati ini hanya kembang 1 hari saja setelah itu layu kembali, untuk dapat menikmati keindahan dan wewangian Anggrek Merpati ini kita harus menunggu sekita 3 bulan mendatang, jadi jika penasaran dengan Anggrek Merpati ini besok harus pagi coba lihat di atas Pohon Angsana tumbuh di sepanjang raya, pasti dengan mudah akan terlihat rangkaian bunga putih yang indah dengan spot kuning di lidah bunganya, atau coba hirup udara pagi esok, nikmati aroma wangi yang khas dari anggrek Merpati ini.

Selamat menikmati anugerah Alam Borneo yang menakjubkan ini ....
Ini bukti kecil dari kebesaran Pencipta alam semesta ...

Salam hangat,

Ir. Andreas Acui Simanjaya
andreasacui@yahoo.com

Sabtu, 21 Juli 2007

Anggrek Hitam



Indonesia sangat kaya (2/15) で使った記事, "Katakan Cinta dengan Anggrek!" (SUARA PEMBARUAN DAILY,15/2/06) に anggrek hitam というランの話が出た.Di hutan Kalimantan Timur, anggrek hitam atau Coelogyne pandurata sudah mulai sukar ditemukan.Color Changing Ladybug Bug Gif Images

英語で Black Orchid という,この東カリマンタンの黒い蘭とはどんな花だろうと調べたら,画像のように,さすがに真っ黒な花というわけではなくて,舌に黒い点々がある,というランだった.このセロジネ・パンジュラータの画像は以下から.http://cosmos.cool.ne.jp/Orchid/sp/Coelogyne_pandurata.htm

Hari-hari Terakhir Anggrek Hitam...

MENYUSURI padang pasir Kersik Luway tidaklah lengkap sebelum melihat keindahan anggrek hitam (Coelogyne pandurata) yang dahulu dengan mudah ditemukan di tempat ini. Spesies anggrek langka ini hanya tumbuh di padang pasir Kersik Luway. Jika sedang musim berbunga, anggrek hitam itu mekar indah dan membentuk padang anggrek mahaluas di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Namun, kini semakin sulit menemukan anggrek hitam, bahkan saat musim berbunga sekalipun. Anggrek hitam kini mendekati kepunahan sejalan dengan kehancuran Cagar Alam Kersik Luway yang jumlah lahan anggreknya menyusut drastis dari 5.000 hektar menjadi hanya tinggal 500 hektar, dan dalam lima tahun terakhir menyusut lagi menjadi tinggal 50 hektar.
Padahal, semula kawasan itu memiliki kombinasi unik hutan kerangas, hutan tropis basah, dan hutan rawa bergambut. Kersik Luway juga merupakan kumpulan beberapa kersik (tanah berpasir), yakni Kersik Luway, Kersik Serai, Kersik Nyako, dan sebagian Kersik Mencege. Namun, kerusakan alam di wilayah ini terus terjadi susul-menyusul tanpa upaya rehabilitasi menyeluruh.Silly Happy Orange & Yellow Butterfly Gif Images


Praktis dalam kondisi ini anggrek hitam pun terancam punah total. Di lain pihak, upaya nyata untuk konservasi pun belum pernah digarap serius di kalangan penguasa Kalimantan Timur (Kaltim). Petinggi Kaltim hingga kini selalu sibuk dengan dua "mainan" utama, yakni pembabatan hutan dan pembukaan tambang.
SELAIN faktor lingkungan berupa kebakaran hutan, ancaman penjarahan yang dilakukan manusia pun turut memperburuk keadaan. Edi, seorang warga Samarinda, mengatakan, pada awal tahun 90-an terjadi perburuan anggrek hitam untuk dikomersialkan ke luar Kaltim. Akibatnya terjadi kehancuran lingkungan di Kersik Luway.
"Salah seorang keluarga saya yang sarjana pertanian pun sempat membawa beberapa batang anggrek hitam hidup dari Kersik Luway. Tetapi, ternyata tanaman itu tidak bisa tumbuh di luar ekosistem aslinya yang memiliki kelembaban tinggi," kata Edi. Meski demikian, penjarahan telanjur terjadi sehingga kerusakan lingkungan di Kersik Luway sulit diperbaiki.
Data Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim membenarkan kondisi kritis Kersik Luway. Berdasar penelitian terakhir, tercatat ada 57 jenis anggrek dengan 47 di antaranya memiliki daerah sebaran di dalam kawasan cagar alam. Sisanya berada di luar, tetapi masih termasuk dalam daerah padang luway.
BKSDA juga mengakui, beragam fauna pun semakin sulit ditemui di Kersik Luway. Di masa lalu, rusa, babi hutan, biawak, pelanduk, monyet, dan beberapa jenis burung dengan mudah ditemui di daerah konservasi ini. Namun, kini keberadaan fauna ini sudah sangat jarang ditemui karena kerusakan habitat atau diburu untuk diambil dagingnya.
Penjarahan anggrek dan perburuan di sekitar kawasan tersebut membuktikan perubahan pandangan terhadap kesakralan Kersik Luway. Masyarakat sudah tidak takut lagi terhadap pantangan memasuki atau mengeksploitasi kawasan yang dikeramatkan selama berabad-abad itu.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kabupaten Kutai Barat Toni Imang menyatakan, secara umum kebakaran hutan selalu menjadi faktor kehancuran alam kawasan tersebut. Namun, tidak dijelaskan mengenai perilaku manusia yang turut melakukan perusakan.
Sejalan dengan menurunnya kualitas lingkungan di Kersik Luway, gaung kelestarian dan promosi wisata tidak kunjung terdengar. Padahal, betapa pun kerusakan yang terjadi, kawasan ini masih menyimpan pesona bagi pecinta keasrian alami.
Paket wisata di Kaltim pun sedikit saja menawarkan perjalanan menyusuri Sungai Mahakam hingga ke Kota Melak. Wisatawan dengan semangat petualangan tampaknya tetap harus bersusah payah untuk menyaksikan keindahan anggrek hitam yang hanya tumbuh di Kersik Luway.
Selain suaka alam, kawasan sekitar Melak dapat dikembangkan menjadi cagar budaya. Kehidupan tradisional masyarakat Dayak, ikatan upacara adat dalam keseharian seperti di Bali, kesenian, kerajinan tangan, dan pesona eksotisme alam dan manusia Borneo takkan pernah habis dikagumi.
Mungkin hari-hari ini adalah saat terbaik untuk menyaksikan keindahan anggrek hitam di Kersik Luway.
Pesona yang tersisa seharusnya menjadi magnet untuk menarik kepedulian dan mengolah sektor wisata alam karena mungkin saat ini adalah hari-hari terakhir anggrek hitam di tempat asalnya. (ONG/Kompas)